Entry: Gadis Kecil dan ayam goreng fast food Tuesday, July 24, 2007



Beberapa hari lalu, saya beli KFC di perkantoran di daerah Sudirman.

Tidak berapa lama saya order pesanan, datanglah 3 anak yg kemungkinan besar adalah para pengamen2 cilik (mohon maaf sy tidak bermaksud merendahkan) di perempatan lampu merah jalan raya perkantoran itu. Salah satu dari mereka (bias dikatakan pemimpin rombongan barangkali) menggenggam uang Rp. 20.000,-.

Saya dilayani oleh staf “the star” of the month. Sambil menunggu mereka memilih menu, seorang karyawan yang seharusnya melayani ketiga bocah itu bertanya dengan bimbang kepada “the star”, teringat dalam ingatanku dia menanyakan: “gimana nich? (sambil menunjuk ketiga bocah). Saya mau nganter kembalian dulu.” (kurang lebih seperti itu)

Tidak lama orderan saya datang dan saya bertanya kepada “the star”, “Kok gak dilayanin Mas?” Yang di jawab, “tadi orangnya mau antar kembalian dulu.” (sambil tersenyum) Dan memang tidak lama kemudian mereka dilayani oleh seorang pelayan lain.

 

Sewaktu melihat n mendengar ketiga gadis cilik itu tidak dilayani terlebih dulu, dalam hati saya berjanji, apabila ketiga bocah tersebut sampai tidak dilayani oleh hanya karna penampilan dan hanya membawa uang 20rb tentu saya akan memprotes.

 

Karena, seburuk apapun penampilan n sesedikit apapun seorang konsumen membeli produk dan jasa perusahaan (dalam hal ini restoran), konsument tetap sebagai RAJA. Kepuasan konsumen adalah hal terutama. Tidak boleh dipandang hanya dari penampilan dan banyaknya yang dibeli.

 

Timbul pertanyaan dari dalam diri saya, mereka membeli KFC karena doyan KFC (dan sejenisnya), atau karena ada sedikit kelebihan uang sehingga ingin sedikit menghibur diri dengan berbagi KFC, atau karna apa ya?

 

Kalau karena doyan apa semua anak2 kurang mampu seperti mereka (sekalilagi maaf bukan merendahkan) doyan/suka dengan ayam goreng KFC (atau sejenisnya)??

Karna teringat dalam ingatan saya, beberapa bulan lalu saya mengikuti acara social yang mengundang anak2 dari panti2 asuhan. Menu makan siangnya adalah paket nasi dari KFC. Hmm… Rata2 dari mereka tidak memakan ayamnya malah memakan perkedel dan nasi. Ada yg ayamnya dibuang. Ada yg lebih bijak menyimpannya di tas untuk dibawa pulang.

 

Dan kalau karena untuk sedikit menghibur diri, bukankah lebih baik uangnya digunakan dengan lebih bijaksana?

 

Dan untuk alasan lain, aku belum tahu.

 

 

Hmm… Tulisan ini hanya sekedar sharing apa yang ku lihat dan kupikirkan. So, Komennya jangan terlalu “keras” ya. Hehehe…

 

 

Mat pagi menjelang subuh.

 

Salam

 

 

VeNeSia

   1 comments

sa
July 24, 2007   03:53 AM PDT
 
muangkin kamu bener. gunakan uang agar lebih bermanfaat. tapi kadang, seseorang itu ingin merasakan sesuatu sekali saja. seperti anak-anak itu. mungkin kepingin makan di kfc sekali saja.

mengenai tampilan. bahwa penampilan memang menyilaukan. contohnya pejabat yang memakai dasi dan baju necis. kadang kelakuannya memang kelewat bangsat dan keparat. so, jangan tertipu penampilan

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments